Thursday, October 15, 2015

Manfaat Kesehatan Buah-Buahan

Manfaat kesehatan dari buah-buahan dan sayuran segar tidak dapat ditandingi. Dilengkapi dengan juicer kualitas tinggi, Anda dapat menuai semua manfaat dan memiliki waktu yang menyenangkan mencoba buah yang berbeda dan sayuran yang membuat jus lezat yang sehat. Anda dapat mencampurkan buah-buahan dan sayuran dengan resep jus yang unik untuk kesehatan. Berikut adalah daftar dari beberapa yang paling mudah untuk jus.

Buah-buahan

Image result for buah-buahan
Ilustrasi
Apel - Apel berperan besar dalam mengurangi kolesterol, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membersihkan sistem pencernaan. Anda dapat menggunakan apel dengan buah atau sayuran lain karena mereka melunakkan kepahitan atau selera yang sangat kuat.

Nanas - Nanas memiliki antivirus, antibakteri dan anti-inflamasi, membuat mereka tambahan yang luar biasa untuk resep jus Anda. Mereka juga meningkatkan pencernaan dan membantu protein dalam melarutkan darah yang beku.

Pepaya - jus pepaya dapat bermanfaat bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan karena memiliki enzim yang memecah protein. Buah ini juga mengisi ulang Vitamin C dalam perlindungan kanker tubuh. 

Berries - buah beri memiliki antioksidan yang bagus untuk kesehatan umum. Anda dapat memilih blackcurrant dan blueberry untuk menangani infeksi saluran kencing dan diare, raspberry untuk kram menstruasi dan stroberi untuk meningkatkan kesehatan jantung.

Sayur-sayuran
Image result for sayur-sayuran
Ilustrasi
Tomat - Tomat memiliki jumlah tinggi lycopene, dapat bermanfaat untuk jantung dan juga menurunkan risiko kanker. Tomat dapat dengan mudah untuk berbaur dengan sayuran yang berbeda dan mereka tidak asam dalam bentuk mentah.

Kubis - Jus Kubis bisa sangat membantu untuk bisul, tetapi Anda mungkin mempertimbangkan untuk membuat itu menggunakan produk lain karena jus kubis tidak yang menyenangkan dalam rasa. 

Brokoli - Brokoli kaya akan antioksidan dan vitamin C. Brokoli dapat menurunkan risiko kanker seperti payudara, usus besar dan kanker paru-paru. Hal ini terbaik jika dimakan mentah, tetapi jika Anda tidak tahan, maka jus dan Anda tidak akan merasakannya tetapi Anda akan menuai keuntungan penuh. Jus sebenarnya dapat dicampur dengan jus tomat untuk mengatur gula darah dan insulin berkat klorofil.

Wortel - Wortel dapat dibuat jus yang lezat dan manis dan memiliki banyak nutrisi untuk mempromosikan kesehatan yang baik. Beta karoten yang tinggi wortel membuat mereka baik untuk perlindungan arteri, otak, kulit, kekebalan, infeksi dan kanker. Pertimbangkan mencampur jus dengan jus apel atau menggabungkan dua ketika membuat jus untuk menyeimbangkan keluar dan membuat minum lebih menyenangkan.

Buah-buahan dan sayuran yang harus Anda pertimbangkan jus untuk mendapatkan sehat lainnya adalah ubi jalar, cranberry, bayam, melon, paprika kale, peterseli, buah jeruk, sayuran dandelion dan wheatgrass. Mereka semua dikemas dengan banyak mineral yang sehat dan nutrisi yang akan meningkatkan kesehatan umum Anda dan membuat Anda tampak lebih muda dan cantik.


Sumber: Jovia_D'Souza

Thursday, October 8, 2015

15 Cara Atasi Perut Buncit

Apakah Anda termasuk salah satu orang yang bermasalah dengan perut buncit? kalau kata teman saya bilang Anda itu PKS (Perut Kedepan Sedikit)? hehe tenang, berikut ini ada 15 cara mengatasi perut buncit :

1.Kurangi konsumsi garam

Terlalu banyak garam akan menambah ektra sodium terhadap cairan tubuh yang memperlambat mekanisme sehingga mendorong air keluar dari sel. Akibatnya perut terasa penuh dan menggelembung.

2.Konsumsi serat yang tepat dalam jumlah cukup

Serat adalah elemen penting dalam diet, tetapi untuk mengimbangi penyimpanan air yang menyebabkan penggelembungan, makanlah serat dalam buah-buahan seperti apel dan pear yang memiliki banyak kandungan air.
Makanan seperti oatmeal dan buncis mengandung serat yang tinggi sehingga mampu membantu menyusutkan lemak perut dengan berbagai cara. Makanan ini membuat Anda merasa lebih cepat kenyang daripada makanan rendah serat, dan membutuhkan waktu mencerna lebih lama untuk membuat Anda merasa kenyang

3. Awasi pengobatan

Perut yang mengembang adalah efek samping dari konsumsi obat. Aspirin kadang-kadang menyebabkan masalah perut yang memicu sembelit dan penggelembungan, termasuk pil kontrasepsi.

Image result for perut buncit pics
ilustrasi
4. Hindari sembelit

Sembelit didefinisikan sebagai memiliki lebih sedikit dari tiga kali buang air besar dalam seminggu atau jika terlibat ketegangan. Sebagai akibat perut terasa menambah besar. Untuk merangsang isi perut, tingkatkan konsumsi serat dari buah-buahan dan sayuran, lakukan secara gradual untuk menghindari fermentasi dan produksi gas yang berlebihan.

5. Konsumsi lemak sehat

Makanan yang kaya dengan lemak sehat ini antara lain minyak zaitun dan alpukat. Minyak zaitun secara khusus tidak hanya membantu Anda membakar lemak, tetapi juga membantu menjaga kadar kolesterol tetap dalam batas normal. Anda juga bisa ngemil makanan, seperti kacang almond, yang tidak hanya kaya lemak tak jenuh tunggal, tetapi juga menjadi sumber protein yang memberikan efek membakar lemak. Almond juga membantu mencegah sakit perut akibat lapar

6. Olahraga

Olahraga memang salah satu cara yang wajib ditempuh untuk menghilangkan si perut buncit. Olahraga akan membantu menggerakkan cairan dalam perut yang dapat menyebabkan perut besar dengan mendorongnya keluar dari jaringan dan masuk aliran darah dimana akan dikeluarkan sebagai keringat atau dibawa ke empedu untuk dikeluarkan sebagai urine. Olahraga yang disarankan antara lain aerobic, berjalan kaki.

7.Selalu Bawa Air Putih

Ide untuk membawa air putih (air mineral) kemana pun anda pergi sebenarnya telah sering kita dengar untuk keperluan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Sedangkan dalam usaha untuk merampingkan ukuran perut yaitu, ketersediaan air putih mengurangi kemungkinan kita memenuhi kebutuhan hidrasi dengan minuman tinggi kandungan gula maupun bersoda.

9. Lupakan Fast Food

Usaha untuk ‘ngecilin’ perut buncit memang tidak semudah yang dibicarakan. Harus ada tekad yang kuat dan benar-benar diperjuangkan.
Makan rame-rame di gerai ‘makanan cepat saji’ dengan sajian utama ayam potong memang mengasyikkan, namun harus anda sadari jika menu-menu itu terlebih yang hanya disajikan dengan cara digoreng merupakan rintangan terbesar yang harus anda lalui.

10. Selamat Tinggal Minuman Bersoda

Ketika terik menyengat ubun-ubun anda, minuman bersoda bisa menjadi pahlawan saat itu. Namun tahukah anda, jika minuman bersoda merupakan sumber kalori yang sangat tinggi dengan nilai gizi dan nutrisi yang sangat rendah.
Hal itu disebabkan oleh komposisi fruktosa yang ada pada minuman bersoda. Ketidakmampuan tubuh untuk memproses dengan baik kalori yang bersumber dari fruktosa tersebut hanya akan berakhir pada lemak di perut.

11. Bukan Berarti Kelaparan

Menghilangkan perut buncit bukan berarti melewatkan salah satu waktu makan, apakah itu sarapan, makan siang maupun makan malam. Apalagi jika harus mengalami kelaparan karena mengurangi makan secara ekstrim.
Cara yang tepat adalah mengatur pola makan dan hanya mengkonsumsi makanan sehat dengan frekuensi yang tetap yakni makan tiga kali sehari, sarapan, siang dan malam.

12. Makan Secara Perlahan

Rasulullah mengingatkan untuk makan dengan tidak tergesa-gesa. Ternyata, hal itu juga memiliki pengaruh terhadap kesehatan khususnya lemak dalam perut.

Karena makan secara perlahan akan menjaga anda untuk tetap makan dengan porsi yang proporsional dan seimbang. Jika tidak, tanpa sadar anda akan memasukkan memasukkan makanan dalam jumlah pesar kedalam perut.

13. Tidur Cukup dan Berkualitas

Jangan abaikan satu faktor penting ini. Jika anda beranggapan bahwa untuk mengatasi perut buncit hanya dibutuhkan latihan dan diet, maka sudah waktunya untuk berpikir ulang.

Berbagai referensi menyebutkan bahwa kecukupan waktu untuk beristirahat khususnya tidur malam hari memiliki peran yang sangat signifikan dalam upaya untuk memerangi permasalahan seputar obesitas dan postur tubuh yang tidak proporsional.

14. Lemon Hangat di Pagi Hari
Hal pertama yang harus Anda lakukan setelah Anda terbangun adalah dengan memulai hari Anda dengan segelas lemon hangat diikuti dengan jus buah seperti mint dan ketumbar. Ini akan membantu metabolisme.

Selain itu Anda harus melakukan beberapa aktivitas fisik seperti jalan cepat atau jogging selama minimal 30 menit dengan beberapa latihan berkonsentrasi pada perut.

15. Latihan Senam Pernapasan

Rasanya terdengar ‘aneh bin ajaib’ jika upaya untuk menurunkan berat badan serta diet cepat dan sehat dihubungkan dengan latihan pernapasan. Namun fakta dan kenyataannya memang seperti itu. Latihan senam pernafasan dilakukan untuk melatih seseorang tetap tenang dengan menjaga ritme nafas agar senantiasa teratur, nyaman dan rileks.

Sumber : Ummi-online

Thursday, June 25, 2015

TRANSFER FACTOR SI PENDIDIK SISTEM IMUN TUBUH

APA ITU TRANSFER FACTOR ???





adalah MOLEKUL PENDIDIK SISTEM KEKEBALAN TUBUH MANUSIA (IMMUNE IQ)
1 BUTIR TF (300 MG) BERPOTENSI MENGENALI LEBIH DARI 200.000 JENIS KUMAN, VIRUS, BAKTERI, JAMUR, PARASIT, SEL KANKER DAN SEBAGAINYA.


TRANSFER FACTOR MEMILIKI 3 FUNGSI UTAMA  :

1. MENDIDIK SISTEM KEKEBALAN TUBUH
dengan cara mentransfer informasi pada sel-sel Immune.
Terutama sel NATURAL KILLER (NK Sel), untuk dapat mengenali rupa-rupa VIRUS, BAKTERI, KUMAN, PARASIT  serta sel-sel rusak seperti : FIBROIT – TUMOR – KANKER.
2. MERANGSANG / MENINGKATKAN
aktivitas sistem imun untuk menyerang musuh-musuhnya serta mengingat / merekam rupa-rupa musuh agar tindakan dapat diambil dengan lebih cepat pada serangan di masa depan.
3.MENENANGKAN / MENYEIMBANGKAN
Sistem immune untuk kembali kepada status “standby” apabila musuh-musuh telah berhasil di atasi (immuno-modulator) serta mencegah terjadinya kesalahan immune system menyerang dirinya sendiri seperti yang terjadi pada penyakit AUTOIMMUNE  [LUPUS, DIABETES TIPE, MULTIPLE SCELOROSIS, PSORIASIS, ARTRITIS REUMATOID – dan lainnya].


SEIMBANGKAN SISTEM TUBUH, AGAR KITA TERJAGA DARI SERANGAN KUMAN, VIRUS, BAKTERI SERTA PENYAKIT LAINNYA.
DAFTAR HARGA :
1. TRI FACTOR FORMULA                         : Rp 540.000 (ISI 60 KAPSUL)
2. TRANSFER FACTOR PLUS                     : Rp 728.000 (ISI 90 KAPSUL)
3. TRANSFER FACTOR CHEWABLE          : Rp 561.000 (ISI 90 TABLET)
4. TRANSFER FACTOR RIOVIDA SYRUP : Rp 858.000 (ISI 2 BOTOL @500ML)
# PAKET ENROLLMENT 1                          : Rp. 2.125.000
(2 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 2 BOTOL TF PLUS + BUKU PANDUAN)
# PAKET ENROLLMENT 2                          : Rp 2.090.000    
(2 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 BOTOL TF PLUS + 1 BOTOL TF CHEWABLE + BUKU PANDUAN)
# PAKET ENROLLMENT 3                         : Rp 1.900.000
(3 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 BOTOL TF CHEWABLE + BUKU PANDUAN)
# PAKET ENROLLMENT 4                         : Rp 1.925.000
(2 BOTOL TF RIOVIDA + 1 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 TF PLUS + BUKU PANDUAN)
# PAKET ENROLLMENT 5                        : Rp 2.200.000
(2 BOTOL TF RIOVIDA + 3 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + BUKU PANDUAN)
# PAKET DIAMOND 1                               : Rp 6.500.000         
(6 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 6 BOTOL TF PLUS + BUKU PANDUAN + TAS EKSKLUSIF)
# PAKET DIAMOND 2                               :  Rp 6.700.000         
(6 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 3 BOTOL TF PLUS + 3x 2 BOTOL TF RIOVIDA + BUKU PANDUAN + TAS EKSKLUSIF)
# PAKET HEMAT 1 : Rp 1.700.000 (4 BOTOL TRI FACTOR FORMULA)
# PAKET HEMAT 2 : Rp 1.680.000 (3 BOTOL TF PLUS)
# PAKET HEMAT 3 : Rp 1.850.000 (2 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 TF PLUS + 1 TF CHEWABLE)
# PAKET HEMAT 4 : Rp 1.725.000 (3 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 TF CHEWABLE)
# PAKET HEMAT 5 : Rp 1.750.000 (1 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 BOTOL TF PLUS + 2 BOTOL TF RIOVIDA)
# PAKET HEMAT 6 : Rp 1.980.000  (1 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 BOTOL CHEWABLE + 2 BOTOL TF RIOVIDA)
# PAKET HEMAT 7 : Rp 2.135.000 ( 3 X 2 BOTOL TF RIOVIDA)
 
PEMESANAN VIA SMS/WA 0812 8207 0828 / BBM 2BBB0C8C (Admin : Cita)

4LIFE TRANSFER FACTOR Bisa Membantu Penyakit AUTOIMMUNE


4LIFE TRANSFER FACTOR BISA MEMBANTU Penyakit AUTOIMMUNE

"Autoimmune" berasal dr penggabungan kata auto & immune.
Kata auto berarti diri sendiri, sdgkan immune dari kata sistem immune yg berarti suatu sistem komplek pada sel & komponen sel (mollecules) yg normalnya bekerja u/mempertahankan ketahanan tubuh & mengeleminasi infeksi yg disbbkan oleh bakteri, virus & mikroba asing lainnya yg memasuki tubuh.

Jika seseorang menderita penyakit autoimmune, maka sistem kekebalan yg terbentuk salah mengidentifikasi benda asing, dimana sel, jaringan atau organ tubuh manusia justru dianggap sebagai benda asing sehingga dirusak oleh antibodinya sendiri...
Jadi adanya penyakit autoimmune tdk memberikan dampak peningkatan ketahanan tubuh dlm melawan suatu penyakit, tetapi justru terjadi kerusakan tubuh akibat kekebalan yg terbentuk.

Ada banyak kasus autoimmune : Asma, Alergi, Asam Urat, Lupus, Psoriasis, Multiple Sclerosis (MS), Diabetes type 1, Rheumatoid Arthritis (RA), Ankylosing Spondylitis (AS), GBS, ITP, Fibromyalgia, Melia Displastic Syndrome dsb...
Kalau dilihat secara keseluruhan akar masalah orang terkena penyakit autoimmune itu apa?
Adalah kerusakan DNA/Lembar cetak tubuh kita.

Penyebab bisa dari racun/unwanted susbtance dari luar yg msk ke dlm tubuh, seperti makanan pengawet, obat" kimia, virus, bakteri, zat perusak/antigen, faktor polusi udara, radikal bebas, rokok, gelombang radioaktif, konsum Vit/herbal berlebihan. 
Oleh krn banyaknya racun/unwanted substance msk ke dlm tubuh, merubah sel DNA /lembar cetak tubuh kita secara negativ, terutama struktur protein berubah menjadi tdk beraturan.
Yg lebih parah lagi tubuh tdk bs melakukan pembuangan racun/detok.

Jaga sistem imun kita dgn memberikan nutrisi yg benar" diperlukan oleh tubuh kita yaitu TRANSFER FACTOR krn Satu-satunya Nutrisi di Dunia yg mampu Meningkatkan NK Cell Tubuh hingga 283%, sekaligus Mendidik & Menenangkan Sistem Imun.
Semoga info ini bermanfaat....

Kemasan Tri Factor Formula 

SEIMBANGKAN SISTEM TUBUH, AGAR KITA TERJAGA DARI SERANGAN KUMAN, VIRUS, BAKTERI SERTA PENYAKIT LAINNYA.
DAFTAR HARGA :
1. TRI FACTOR FORMULA                         : Rp 540.000 (ISI 60 KAPSUL)
2. TRANSFER FACTOR PLUS                     : Rp 728.000 (ISI 90 KAPSUL)
3. TRANSFER FACTOR CHEWABLE          : Rp 561.000 (ISI 90 TABLET)
4. TRANSFER FACTOR RIOVIDA SYRUP : Rp 858.000 (ISI 2 BOTOL @500ML)
# PAKET ENROLLMENT 1                          : Rp. 2.125.000 
(2 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 2 BOTOL TF PLUS + BUKU PANDUAN) 
# PAKET ENROLLMENT 2                          : Rp 2.090.000     
(2 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 BOTOL TF PLUS + 1 BOTOL TF CHEWABLE + BUKU PANDUAN) 
# PAKET ENROLLMENT 3                         : Rp 1.900.000
(3 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 BOTOL TF CHEWABLE + BUKU PANDUAN) 
# PAKET ENROLLMENT 4                         : Rp 1.925.000
(2 BOTOL TF RIOVIDA + 1 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 TF PLUS + BUKU PANDUAN)
# PAKET ENROLLMENT 5                        : Rp 2.200.000
(2 BOTOL TF RIOVIDA + 3 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + BUKU PANDUAN)
# PAKET DIAMOND 1                               : Rp 6.500.000           
(6 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 6 BOTOL TF PLUS + BUKU PANDUAN + TAS EKSKLUSIF)
# PAKET DIAMOND 2                               :  Rp 6.700.000           
(6 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 3 BOTOL TF PLUS + 3x 2 BOTOL TF RIOVIDA + BUKU PANDUAN + TAS EKSKLUSIF) 
# PAKET HEMAT 1 : Rp 1.700.000 (4 BOTOL TRI FACTOR FORMULA)
# PAKET HEMAT 2 : Rp 1.680.000 (3 BOTOL TF PLUS)
# PAKET HEMAT 3 : Rp 1.850.000 (2 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 TF PLUS + 1 TF CHEWABLE)

# PAKET HEMAT 4 : Rp 1.725.000 (3 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 TF CHEWABLE)
# PAKET HEMAT 5 : Rp 1.750.000 (1 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 BOTOL TF PLUS + 2 BOTOL TF RIOVIDA)
# PAKET HEMAT 6 : Rp 1.980.000  (1 BOTOL TRI FACTOR FORMULA + 1 BOTOL CHEWABLE + 2 BOTOL TF RIOVIDA)
# PAKET HEMAT 7 : Rp 2.135.000 ( 3 X 2 BOTOL TF RIOVIDA)
 
PEMESANAN VIA SMS/WA 0812 8207 0828 / BBM 2BBB0C8C (Admin : Cita)

FIRMAX CREAM AJAIB

Firmax
Firmax3 Bisa di Sebut Sebagai CREAM Awet Muda, CREAM Pencerah Kulit, CREAM Untuk Kesehatan, CREAM Serba Guna, Yang Bekerja dengan Cara yang Sangat Unik dan memberikan Manfaat yang tidak Terduga (Magic Cream). Firmax3 Di Formulasi Menggunakan Teknologi NANO artinya Partikel dari bahan-bahan yang di Gunakan menjadi “Super Halus” sehingga ketika di oleskan pada kulit langsung merembes ke peredaran darah, dan seketika memberikan manfaat yang Tak Terduga Untuk Kesehatan dan Kecantikan. Cream ini dapat Memberikan keseimbangan HORMON (Balance Hormon), dimana ketika Hormon Tidak Seimbang menyebabkan Kulit Cepat Menua dan Mulai Muncul sakit dan Penyakit .
Kandungan Aktif Cream FIRMAX3  berasal dari bahan-bahan alami seperti : Kigelia Africana, Manjakani Pegaga (Centella Asiatica), Yam Liar (Dioscorea Villosa), Aloe Vera, Sel Apple Swiis, Tongkat Ali, Ekstrak Soya Kollagen, Vitamin A, Vitamin B3, Vitamin E, Vitamin B5.
proses kerja Firmax3

MANFAAT UMUM FIRMAX3
  • Menyeimbangkan hormon tubuh
  • Mengencangkan dan menaikkanpayudara
  • Meningkatkan metabolisme
  • Membentuk dagu lancip
  • Mengurangi lengan yangkendur
  • Mengencangkan perut dan membentuk pinggang
  • Menghilangkan simpton menopause
  • Mengurangi keriput
  • Mengurangi stress dansakit kepala
  • Mengontrol hormon thyroxin
  • Menambahkan keceriaan padawajah dan tubuhkeseluruhan
  • Membentuk paha dan punggung yang cantik
  • Menghilangkan sakit gigi
  • Mengencangkan vagina
  • Membantu masalah sinusitis
  • Dan banyak manfaat untuk kesehatan yang tak terduga lainya…
MANFAAT UNTUK WANITA:
  • Mencerahkan dan Melincinkan wajah
  • Menaikkan seri wajah& kulit
  • Menghilangkan Bintik-bintik penuaan dan Flek
  • Menegangkan perut dan membentuk pinggang yang indah
  • Menghilangkan gejala menopause
  • Mengurangi sakit saat Menstruasi
  • Mengurangi keriput wajah
  • Meningkatkan Gairah seks
  • Membantu meredakan / memulihkanfibroid dan cyst/ PCOS
  • Membantu wanita yangsulit hamil
  • Darah haid berwarna merahterang & lebihcair
MANFAAT UNTUK PRIA:
  • Meningkatkan jaringan reproduksi pada pria sepertitestis dan prostat
  • Membentuk fitur seksual, termasuk otot yang kencang, tulang dan pertumbuhan kumisdan bulu.
  • Menjaga kesehatantubuh dan mencegahosteoporosis
  • Meningkatkan Gairah seksual
  • Membantu meningkatkan energi dankonsentrasi
Efek Instant Firmax3:
  • Terjadi pengencangan kulit pada seluruh tubuh.
  • Menaikkan seri wajahdan kulit.
  • Kulit terlihatlebih cerah berseri.
  • Mengencangkan payudara.
  • Mengurangi Kantong Mata
  • Badan lebih bertenaga.
Efek 1-3 hari pengunaan Firmax3:
  • Pakaian terasalebih longgar
  • Payudara kembaliberisi dan makintegang
  • Kulit makincerah dan tegang
  • Kerutan padakulit memudar
  • Yang kandungan kolesterol nya tinggi, kulit dan tinja akan berminyak  akibat pembuangan kolesterol melalui kulit dan “BAB”
Jika di Gunakan secara rutin dalam waktu 3 bulan,  efek akan bertahan lebih lama karena hormon badan menjadi lebih seimbang
cara penggunaan
 

TINDAK BALAS SETELAH MENGGUNAKAN FIRMAX-3
  1.  Untuk Yang Liver/Hatinya bermasalah atau Darahnya Kotor, kemungkinan akan keluar ruam/jerawat pada kulit akibat tindak balas penyucian darah dalam waktu 1-7 hari, Terus Gunakan Firmax karena akan hilang dan tidak meninggalkan bekas.
  2. Yang tinggi kadar Kolesterolnya, Muka dan kulit semakin berminyak akibat pembuangan lemak yang berlebih dari bawah kulit / 1-3 hari penggunaan.
  3. Haid pertama akan terjadi lebih awal 2-3 hari, pendarahan lebih dari biasa terjadi saat haid pertama, karena dalam proses pembersihan rahim.
cara penggunaan tambahan
 

CARA MENGGUNAKAN : Minimal 2 Kali Sehari
  1. PAGI – Setelah Mandi / Sebelum Mandi
  2. MALAM – Sebelum Tidur
  3. TIDAK Disarankan untuk IBU MENGANDUNG trimester KETIGA dan ibu yang sedang  MENYUSUKAN bayi
  4. Pemakaian Utama di NADI Tangan dan NADI Leher

    HARGA : Rp 750.000 
    PAKET  : Rp 1.300.000 (2 POT)
    PEMESANAN VIA SMS / WA 0812 8207 0828 / BBM 2BBB0C8C (Admin : Cita)

Tuesday, November 25, 2014

Hierarki Imunitas



Pertahanan Pertama 
Jaringan epitel

Epitelia bagian dalam juga dikenal sebagai epitelia mukosis karena sekresi semacam lendir yang disebut mukus, yang kaya akan berbagai glikoprotein yang disebut mukin. Mikroorganisme yang terbalut mukus dapat tertahan sebelum menempel pada epitelium, bahkan terhanyut di dalam aliran mukus yang dipompa oleh denyut silia epitelial. Salah satu contoh pertahanan oleh mukus terjadi di dalam saluran pencernaan dengan denyut peristaltik yang berfungsi tidak hanya mendorong makanan, tetapi juga patogen. Penyakit yang disebabkan karena disfungsi denyut ini biasanya juga disertai oleh perkembangan koloni bakteri pada dinding usus.

Permukaan epitelia bukan hanya sekedar pagar pembatas yang melindungi tubuh dari infeksi, epitelia juga memproduksi substansi kimiawi yang bersifat mikrobisidal guna menghambat perkembangan mikroba. Sebagai contoh :
  1. sekresi enzim lisozim ke dalam air mata dan air liur.
  2. derajat pH yang bersifat asam merupakan rintangan kimiawi melawan infeksi yang dapat terjadi pada saluran pencernaan bagian atas
  3. sekresi kriptidin dan defensin-a oleh sel Paneth yang bermukim di dasar usus halus pada area sel punca.
  4. sekresi peptida kationik seperti defensin-b yang dapat merusak membran sel bakteri, terdapat pada epitelia kulit dan saluran pernafasen.
  5. sekresi protein antimikrobial yang membasahi epitelia paru-paru dalam upaya untuk membalut patogen agar dapat dicerna oleh makrofaga dengan fagositosis. Balutan protein guna keperluan fagositosis, disebut opsonisasi.
Pertahanan Kedua

Permukaan epitelia sering dijumpai koloni bakteri bukan patogenik. Bakteri ini berkompetisi dengan patogen untuk memperebutkan nutrisi maupun area koloni. Dalam kompetisi tersebut, senyawa antimikrobial akan disekresi untuk menghalangi kolonisasi bakteri patogen, misalnya sekresi protein kolikin oleh Escherichia coli. Ketika bakteri non patogenik tergerus oleh pengobatan antibiotik, setelah efek pengobatan berangsur hilang, mikroorganisme patogenik sering akan muncul dan menyebabkan penyakit.

Pertahanan Ketiga



Mikroorganisme yang berhasil menembus lapisan epitelial kemudian menempel pada jaringan, pada umumnya akan segera dikenali oleh monosit makrofaga yang bermukim disekitarnya, melalui instrumen pencerap pada permukaan sel makrofaga, antara lain :
  1. pencerap manos
  2. pencerap bangkai yang mengikat ligan bermuatan
  3. pencerap CD14 yang dapat mengikat molekul LPS dari bakteri
  4. pencerap komplemen
Pencerap yang mengenali sel sebagai patogen akan membentuk ikatan protein (bahasa Inggris: ligation) dengan sel dan mencetuskan proses fagositosis.

Pada saat itu, makrofaga akan melepaskan sitokina untuk mengaktivasi beberapa proses lain untuk ikut serta. Zat yang disekresi termasuk :
  1. prostaglandin, leukotriena
  2. peptida C5a yang mengaktivasi molekul adhesi dan meningkatkan permeabilitas pembuluh darah dan merupakankemokina yang sangat kuat untuk mengundang neutrofil dan monosit, serta aktivasi lokal bagi:
  3. makrofaga yang lain.

Ilustrasi neutrofil yang bermigrasi ke dalam jaringan setelah proses ekstravasasi usai. Ekstravasasi merupakan proses pertama yang dipicu makrofaga untuk merekrut bala bantuan dari sirkulasi darah. Yang pertama kali tiba adalah neutrofil, disusulmonosit yang segera terdiferensiasi menjadi makrofaga baru. Pada tahap-tahap berikutnya,eosinofil juga bermigrasi menuju lokasi infeksi, diikuti oleh limfosit. Saat terjadi luka pada pembuluh darah, maka plasma darah akan mengaktivasi dua jenjang enzim, sistem kinin dan sistem koagulasi.

Sekresi hormon lain TNF-α, IL-1, dan IL-6 memberikan sinyal sistemik kepada:
  1. hipotalamus, jaringan lemak dan otot agar memobilisasi protein dan energi untuk peningkatan suhu tubuh. Ketiga hormon juga disebut endogen dan pirogen karena merupakan zat tubuh inang penyebab demam. Umumnya patogen sulit berkembang biak pada suhu yang lebih tinggi.
  2. hati, untuk menginduksi sekresi protein fase akut seperti CRP dan mannan-binding lectin. Kedua zat ini diperlukan untuk mencetuskan proses opsonisasi komplemen.
  3. endotelium sumsum tulang, untuk memantik migrasi neutrofil ke area infeksi
  4. sel dendritik. TNF-α merupakan stimulasi bagi DC untuk bermigrasi ke nodus limpa dan memicu sistem kekebalan tiruan

Dan efek yang ditimbulkan pada area setempat, antara lain:
  1. TGF-α : Merekrut sel biang
  2. IL-8 : Merekrut neutrofil, basofil dan sel T ke dalam jaringan
  3. MCP-1 : Merekrut monosit ke dalam jaringan.
  4. IL-12 : Merekrut sel NK dan neutrofil
  5. Sel NK dan neutrofil akan mensintesa PAF (bahasa Inggris: platelet-activating factor) dengan stimulasi IL-12.
  6. IL-12 juga menginduksi diferensiasi sel T CD4 menjadi sel TH1
  7. IL-1: Aktivasi endotelium vaskular, limfosit. Peningkatan akses bagi sel efektor dan menyebabkan kerusakan pada jaringan
  8. IL-6 : Aktivasi limfosit dan stimulasi produksi antibodi
  9. TNF-α : Aktivasi endotelium vaskular dan meningkatkan permeabilitas vaskular yang menyebabkan peningkatan kadar IgG, protein komplemen dan sel ke dalam jaringan, serta meningkatkan penggelontoran cairan tubuh menuju nodus limfa.
Pertahanan Keempat

Neutrofil berpartisipasi pada garda depan dengan kapasitasnya sebagai fagosit yang dominan. Seringkali neutrofil direkrut dari dalam sirkulasi darah menuju jaringan dengan panduan kemokina hasil sekresi makrofaga dalam proses fagositosis. Sepanjang jalan kemotaksis, sejauh tidak terhalang oleh lipid dankanabinoid, neutrofil akan terdiferensiasi menjadi dewasa. Interaksi neutrofil muda dengan beberapa zat seperti galaktin-3, fMLP, IL-8, selektin dan sitokalasin B menjadi salah satu penyebabnya. Sesampai di lokasi infeksi, neutrofil segera memulai proses fagositosis terhadap sel target, seperti bakteri, fungi, protozoa, virus, sel terinfeksi virus dan sel tumor, dan melepaskan faktor mikrobisidal termasuk ROI (bahasa Inggris: reactive oxygen intermediate), defensin, IL-8 dan enzim protease dengan proses degranulasi. IL-8 merupakan sitokina yang biasa tersekresi pada saat infeksi, radang, ischemia maupun trauma - dan merupakan penyebab utama akumulasi neutrofil pada suatu lokasi.

Sebagai fagosit, neutrofil mempunyai kemampuan fagositosis yang sama persis dengan makrofaga. Neutrofil juga melepaskan kemokina, yaitu IP-10 yang berfungsi untuk merekrut sel T CD4. Namun neutrofil dilengkapi pula dengan pencerap toll-like seperti TLR2 (bahasa Inggris: toll-like receptor 2) untuk mendeteksi peptidoglikan milik bakteri dengan gram positif, dan TLR4 untuk mendeteksi lipopolisakarida pada mikroba yang mempunyai gram negatif, dan pencerap yang dapat mengenali pola.

Walaupun neutrofil dapat mengenali patogen dengan langsung, pengikatan patogen dan proses fagositosis dapat meningkat jauh lebih baik dan cepat ketika mikroba tertandai (ter-opsonisasi) oleh antibodi, komponen komplemen, atau keduanya.

Pertahanan Kelima

Sel NK mempunyai kemampuan untuk membedakan sel normal dan sel yang tidak mempunyai kecukupan molekul MHC kelas I. Molekul MHC-I dari sel target dipindai oleh pencerap killer-inhibitory sel NK. Virus, stres, transformasi malignan maupun sel tumor, sel terinfeksi virus akan mempunyai molekul MHC-I yang berbeda, sehingga sel NK akan melakukan apoptosis terhadap sel tersebut.

Sel NK teraktivasi oleh sekresi IL-2 dan IFN-γ dari sel TH1 yang direkrut PMN dengan kemokina IP-10. Saat apoptosis sel target, sel NK mensekresi protein seperti perforin, kemokina dan enzim proteolitik, granzim, termasuk jenis serina protease.

Granzim yang dilepaskan akan masuk ke dalam sel target dan mengaktivasi enzim di dalam sitoplasma :
  1. Granzim A akan memasuki mitokondria dan mengiris sub unit dari kompleks I menjadi NADH dehidrogenase untuk memproduksi spesi oksigen reaktif
  2. Granzim B akan mengiris prekursor kaspase

untuk memicu proses apoptosis yang dimulai dengan penghancuran struktur protein sitoskeleton dan degradasi kromosom. Sel kemudian terpecah menjadi fragmen yang akan dibersihkan oleh fagosit. Perforin juga berakibat pada lisis sel. Sitokina interferon-γ disekresi pula oleh sel NK dalam jumlah besar saat apoptosis sel target sebagai stimulan peningkatan kapasitas fagositosis makrofaga.

Pertahanan Keenam

Infeksi sel tubuh oleh virus dapat dicegah oleh antibodi, yang produksinya tergantung oleh sel TH2. Namun bagi sel yang telah terlanjur terinfeksi, akan ditangani oleh sel T sitotoksik yang spesifik, yang dapat mengenali dan membasmi sel tersebut.

Untuk patogen intravesikular yang menginfeksi makrofaga, dapat dipadamkan dengan sel TH1 yang spesifik, yang akan mengaktivasi makrofaga untuk menghancurkan patogen di dalamnya.

Pertahanan Ketujuh

Sel dendritik (DC) telah diidentifikasi keberadaannya di dalam interstitium hampir seluruh jaringan tubuh manusia, kecuali pada kornea mata dan sistem saraf pusat.

Populasi DC di dalam jaringan menunjukkan kadar HLA-DR, CD1a dan S100 yang tinggi - setelah bermigrasi dari sirkulasi darah. Migrasi dilakukan dengan pengikatan ICAM-1, V-CAM-1 dan E-selektin dengan CD11a/CD18, CD49d dan CLA (cutaneous lymphocyte antigen). Induksi kemotaksis yang ditemui berupakemokina GM-CSF dan LPS.

Di dalam jaringan, DC berdiam dalam keadaan setengah aktif sebagai sel yang memburu antigen dengan proses :
  1. makropinositosis dengan pencerap CD32 (FcgRII) untuk antigen yang teropsoninasi dengan antibodi. 
  2. endositosis dengan pencerap manos yang efektif untuk antigen terglikosilasi. Imunogen yang terbalut akan dihubungkan melalui jalur vakuolar yang bersifat asam, menuju ruang intraselular kelas II, tempat perakitan peptida antigenik menjadi molekul MHC kelas II, untuk dipresentasikan ke sel T.

DC yang demikian dapat teraktivasi lebih lanjut dan bermigrasi lebih jauh ke dalam jaringan pada saat terpapar oleh sejumlah sitokina, seperti TNF-α, IL-1, dan LPS.

Kombinasi antara LPS yang terikat pada pencerap CD14 dan TLR-4 akan mengaktivasi fungsi sel ini menjadi APC (bahasa Inggris: antigen-presenting cell). Aktivasi ini akan membuat sel dendritik menaikkan produksi molekul MHC kelas II, disertai dengan naiknya kadar molekul CD40, CD54, CD80 dan CD86 sebagai fasilitator fungsi presentasi antigen. Fungsinya sebagai pemburu antigen di dalam jaringan dan cairan tubuh akan menurun.

Sel dendritik AP kemudian terstimulasi oleh kemokina ELC, MIP-3β, dan SLC yang banyak diproduksi oleh nodus limfa dan sel endotelial vaskular, dan bermigrasi menuju nodus limfa atau limpa, guna mengaktivasi sistem kekebalan tiruan.

Referensi
  • "Humoral Immunity". Farlex free dictionary. 
  • "Adaptive immune system". Gary E. Kaiser. 
  • Janeway, Charles A.; Travers, Paul; Walport, Mark; Shlomchik, Mark (2001). Immunobiology, Subchapter:The front line of host defense. Garland Science. 
  • Janeway, Charles A.; Travers, Paul; Walport, Mark; Shlomchik, Mark (2001). Immunobiology, Chapter 2:Innate immunity. Garland Science.  Section 2-1
  • Janeway, Charles A.; Travers, Paul; Walport, Mark; Shlomchik, Mark (2001). Immunobiology, Chapter 2:Innate immunity. Garland Science. Section 2-2 juncto section 2-1
  • Alberts, Bruce; Johnson, Alexander; Lewis, Julian; Raff, Martin; Roberts, Keith; Walter, Peter (2002). Molecular Biology of the Cell. Garland Science. Specialized Phagocytic Cells Can Ingest Large Particles.
  • "Immunobiology, Figure 2.38:Spectrum of biological activities". Garland Science, Janeway, Charles A.; Travers, Paul; Walport, Mark; Shlomchik, Mark. 
  • "Monocyte chemoattractant protein-1 (MCP-1): an overview". Department of Neuroscience, Temple University School of Medicine, Deshmane SL, Kremlev S, Amini S, Sawaya BE.
  • "Platelet-Activating Factor Synthesized by IL-12-Stimulated Polymorphonuclear Neutrophils and NK Cells Mediates Chemotaxis". Oncologia Umana Università di Torino; and Cattedra di Nefrologia, Università di Parma, Dipartimento di Scienze Cliniche e Biologiche II Facoltà di Medicina, Università di Pavia, Benedetta Bussolati, Filippo Mariano, Alessandro Cignetti, et al. 
  • "Galectin-3 interacts with naı¨ve and primed neutrophils, inducing innate immune responses" (pdf). Glycobiology Laboratory, Research Centre for Infectious Diseases, Laval University Medical Centre, Faculty of Medicine, Laval University. 
  • "Endogenous cannabinoids and neutrophil chemotaxis". Department of Psychological and Brain Sciences, Indiana University, McHugh D, Ross RA. 
  • "Neutrophils, central cells in acute inflammation". Faculty of Medicine, Comenius University, Viera ’Stvrtinová, Ján Jakubovský, Ivan Hulín. 
  • "Interleukin-8, a chemotactic and inflammatory cytokine". Theodor-Kocher Institute, University of Bern, Baggiolini M, Clark-Lewis I. 
  • "A novel role for neutrophils as a source of T cell-recruiting chemokines IP-10 and Mig during the DTH response to HSV-1 antigen". S. J. Molesworth-Kenyon, J. E. Oakes, and R. N. Lausch. 
  • "Innate Immunity". W. H. Freeman. 
  • "Activating receptors and co-receptros involved in human killer cell-mediated cytolysis". Dipartimento di Medicina Sperimentale, Università degli Studi di Genova, Istituto Nazionale per la Ricerca sul Cancro, et al, Alessandro Moretta, Cristina Bottino, Massimo Vitale, et al. 
  • "Cytotoxic T Lymphocytes". John W. Kimball Biology pages. 
  • "NATURAL KILLER (NK) CELLS". Gary E. Kaiser. 
  • "Dendritic cell distribution". Queen's Medical Center, University of Nottingham, S. SATTHAPORN and O. EREMIN. 
  • Alberts, Bruce; Alexander Johnson, Julian Lewis, Martin Raff, Keith Roberts, and Peter Walters (2002). Molecular Biology of the Cell; Fourth Edition. New York and London: Garland Science.
  • Stvrtinová, Viera; Ján Jakubovský and Ivan Hulín (1995). Inflammation and Fever from Pathophysiology: Principles of Disease. Computing Centre, Slovak Academy of Sciences: Academic Electronic Press.
  • Schneider, David (2005). Plant immune responses. Stanford University Department of Microbiology and Immunology.